Code dan Coding adalah kata yang sering terdengar dan terkadang menakutkan terutama bagi generasi yang tidak dibesarkan dengan kecanggihan teknologi. Kali ini saya akan coba menjelaskannya dengan sesederhana mungkin.
Apa Itu Code (Kode)?
Bayangkan kalian ingin membuat robot yang bisa menyeduh kopi. ☕ Nah, agar robot bisa bekerja dengan benar, kita perlu memberikan instruksi yang jelas. Instruksi ini disebut code (kode).
Code (Kode) adalah serangkaian perintah yang ditulis dalam bahasa pemrograman agar komputer atau perangkat melakukan tugas tertentu.
Contoh code sangat sederhana dalam Python:
print("Halo, RumahJJ!")
maka komputer akan menampilkan tulisan Halo, RumahJJ!
Contoh lain adalah:
def greet():
name = "RumahJJ"
print(f"Hello, {name}! Welcome!")
greet()
maka komputer akan menampilkan Hello, RumahJJ! Welcome!
Agak susah dan memusingkan ya? 😅 Sabar ... kita lanjut dulu.
Apa Itu Coding (Pengkodean)?
Coding (pengkodean) adalah proses menulis code (kode) dalam bahasa pemrograman tertentu agar komputer atau perangkat melakukan tugas tertentu.
Jadi code adalah intruksinya, coding adalah proses menulis instruksinya.
Bagaimana cara belajar Coding (pengkodean)?
Ada 2 cara belajar Coding yaitu: Plugged dan Unplugged
Plugged – Menggunakan komputer atau perangkat digital.
Unplugged – Tanpa komputer, cukup dengan aktivitas sehari-hari!
Yuk, kita lihat contohnya! 👇
Contoh Plugged: Belajar coding dengan kegiatan "Hour of Code"
"Hour of Code" adalah kegiatan yang dirancang untuk mereka yang sangat amat awam tentang code dan coding. Bahkan program ini dapat dilakukan oleh anak-anak. Silahkan klik link berikut dan ikuti instruksi di dalamnya agar Anda dapat merasakan melakukan coding.
Cara lain adalah menggunakan sebuah platform bernama Scratch. Scratch adalah platform pemrograman visual yang memungkinkan kita membuat game dan animasi dengan menggunakan block code (kode balok). Bentuknya tidak jauh berbeda dengan Hour of Code. Sebenarnya masih ada platform lainnya, namun saya tidak akan membahasnya lebih jauh di sini.
Contoh Unplugged: Algoritma Membuat Roti Lapis 🥪
Nah ini yang menarik! Coding tidak harus selalu dengan komputer. Kita bisa belajar konsep algoritma (langkah-langkah logis) dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya, kita sebagai guru mengajak siswa membuat roti lapis!
Bahan:
2 potong roti tawar diletakkan di atas piring.
1 selai nanas (atau selain lainnya sesuai selera)
1 pisau roti
Cara:
Siswa dikelompokkan berpasangan. Yang satu menjadi "penulis kode (code)", yang lain menjadi "robot manusia".
Letakkan semua bahan di depan siswa yang menjadi "robot manusia". Siswa yang berperan sebagai "robot manusia" hanya bergerak berdasarkan instruksi.
Minta siswa yang berperan sebagai "penulis code (kode)" memberi instruksi pada "robot manusia" untuk membuat roti lapis. Instruksi yang diberikan harus sedetail mungkin dan sejelas mungkin. Biarkan siswa berpikir sendiri instruksi apa yang harus disampaikan.
Namun instruksinya kira-kira akan seperti berikut:
Ambil toples selai dan buka tutupnya.
Ambil pisau dan masukkan pada toples selai.
Gerakkan sedikit pisaunya untuk mengambil selai.
Ambil sepotong roti.
Oleskan selai yang ada pada pisau ke roti yang sudah diambil.
Letakkan pisau.
Ambil sepotong roti yang lain dan tutupkan pada roti yang diberi selai.
Roti lapis siap disajikan!
Biarkan siswa mencoba sendiri dengan instruksi mereka sendiri. Jika instruksi yang diberikan tidak jelas, sang "robot manusia" bisa melakukan kesalahan, misalnya mengoleskan selai ke tangan sendiri! 😂 Ini adalah contoh coding di kehidupan sehari-hari! Selain membuat roti lapis, kita bisa merubahnya menjadi cara menggosok gigi, cara mencuci piring, dsb. Bahkan salah satu yang mungkin sudah sering kita lakukan tanpa sadar adalah ketika baris-berbaris. Idenya kurang lebih sama.
Coding Unplugged ini buat saya sangat menarik dan punya keuntungan tersendiri, antara lain:
Mudah diakses. Aktivitas ini tidak memerlukan internet! Tidak perlu alat-alat mahal. Dapat dilakukan di mana saja.
Meningkatkan pemahaman. Siswa atau pelajar dapat dengan mudah memahami hubungan antara perintah, logika di baliknya, dan hasil akhirnya.
Mendorong kolaborasi. Umumnya aktivitas coding unplugged dilakukan minimal berdua/berpasangan. Siswa akan belajar berkomunikasi dan bekerjasama.
Mendorong kreativitas. Banyak aktivitas keseharian yang dapat dijadikan inspirasi coding unplugged. Siswa, bahkan guru atau orangtua dapat mengkreasikannya dengan bebas.
Melatih computational thinking {berpikir komputasional).
Jadi .... ya kira-kira begitulah. Semoga penjelasannya mudah dipahami. Kalau mau tahu lebih banyak, terutama soal Coding Unplugged, silahkan japri.
Happy Coding!
Comments