Akhir-akhir ini seringkali kita dengar istilah Deep Learning. Sebenarnya apa itu Deep Learning? Kali ini saya akan membahasnya berdasarkan pemahaman saya setelah mempelajari, mengalami, merefleksi deep learning.
Harap diingat: Istilah "deep learning" memiliki arti yang berbeda tergantung konteksnya.
1. Deep Learning sebagai machine learning (pembelajaran mesin) yang terkait erat dengan AI dan algoritma.
2. Deep Learning dalam pendidikan atau yang lebih dikenal dengan DEEPER LEARNING (pembelajaran mendalam).
Yang kita bahas dalam artikel ini adalah DEEPER LEARNING (pembelajaran mendalam). Jadi jangan sampai salah ya?!
Deeper learning (pembelajaran mendalam) adalah benar-benar memahami sesuatu yang dipelajari. Tidak hanya sekedar menghafal. Tahu persis bagaimana menggunakan pengetahuan yang dipelajari tersebut dalam kehidupan nyata.
Contohnya: Belajar naik sepeda.
Kita kan tidak pernah menghafal "panduan naik sepeda" tapi kita berlatih naik sepeda sampai kita benar-benar bisa naik sepeda. Kita coba terus, walaupun sampai jatuh bangun dan lecet-lecet. Setelah itu kita menggunakan pengetahuan dan kemampuan kita naik sepeda untuk menjawab kebutuhan kita sehari-hari. Baik itu bermain dengan teman, pergi ke kedai beli jajan, atau apapun yang kita mau.
Berdasarkan naskah akademik yang dikeluarkan Kemdikdasmen tahun 2025, deeper learning (pembelajaran mendalam) memiliki 3 dasar.
Ketiga dasar Deeper Learning, yaitu:
Mindful (berkesadaran) – Kesadaran dan kesiapan untuk belajar dan merefleksi proses belajarnya.
Meaningful (bermakna) – Dapat menghubungkan pembelajaran yang diterima dengan konteks kehidupan nyata yang dialami siswa (kontekstual).
Joyful (menyenangkan) – Menikmati proses pembelajaran dan mempertahankan keingintahuan.
Harap diingat: Ketiga dasar ini tidak berurutan dan bukan merupakan sebuah tahapan.
Contoh dalam keseharian adalah seperti ketika kita belajar memasak.
Meaningful: Mengerti manfaat yang akan diterima dengan memakan masakan tersebut.
Joyful: Menikmati proses memasak dan menikmati makanan bersama keluarga/ teman.
Mindful: Merefleksi proses memasak yang sudah dilakukan. Apakah terlalu sulit, apakah ada yang salah, dsb.
Lalu apa manfaat deeper learning (pembelajaran mendalam)? Manfaatnya antara lain:
Memecahkan masalah dengan cara baru (alternatif)
Berpikir mandiri
Bekerjasama dengan orang lain
Tetap belajar, bahkan di luar sekolah (belajar sepanjang hayat)
Berkontribusi pada "kemampuan abad 21"
Bagaimana cara paling sederhana melakukan deeper learning?
Tanya "Mengapa?" dan "Bagaimana?" - jangan hanya menerima fakta, pertanyakan hal tersebut!
Coba lakukan sendiri - Latihan dan uji segala gagasan, ide atau pemikiran kita.
Ajari orang lain - Jika kita dapat menjelaskan pada orang lain, berarti kita benar-benar paham.
Menghubungkan gagasan – Hubungkan apa yang kita pelajari dengan apa yang sudah kita ketahui.
Segitu dulu ya. Kalau mau diskusi lebih lanjut silahkan japri atau tulis di kolom komentar.
Yang jelas, belajar tidak hanya menghafal fakta. Belajar adalah tentang memahami, menerapkan, dan mengeksplorasi!
Jadi... Tetap ingin tahu, terus bertanya, dan bersenang-senanglah dalam belajar.
Be a deeper learner!
Source: Naskah Akademik Kemdikdasmen dan sumber-sumber lainnya.
Comments